Festival Film Cannes dianggap sebagai festival film paling bergengsi di dunia. Diselenggarakan di Cannes, Prancis, festival ini menayangkan film-film baru dari berbagai genre, termasuk film dokumenter. Didirikan pada tahun 1946, festival yang hanya dapat dihadiri melalui undangan ini diadakan setiap tahun, biasanya pada bulan Mei di Palais des Festivals et des Congrès.

Festival ini secara resmi diakreditasi oleh FIAPF pada tahun 1951. Cannes dianggap sebagai salah satu dari “Tiga Besar” festival film Eropa—bersama dengan Venesia dan Berlin—serta salah satu dari “Lima Besar” festival film internasional, bersama dengan Venesia, Berlin, Toronto, dan Sundance.
Festival Film Cannes bermula pada tahun 1938 ketika Jean Zay, Menteri Pendidikan Nasional Prancis—atas usulan pejabat tinggi sekaligus sejarawan Philippe Erlanger dan jurnalis film Robert Favre Le Bret—menginisiasi sebuah festival sinematografi internasional. Pihak Amerika dan Inggris memberikan dukungan terhadap gagasan ini. Pada tanggal 31 Mei 1939, kota Cannes terpilih sebagai lokasi festival, mengungguli Biarritz, pemerintah kota setempat bersama pemerintah Prancis kemudian menandatangani dokumen resmi pendirian festival tersebut dengan nama Le Festival International du Film.

Pembentukan festival ini secara luas dikaitkan dengan keinginan Prancis untuk menyaingi Festival Film Venesia—satu-satunya festival film internasional pada masa itu—yang dinilai menunjukkan keberpihakan terhadap paham fasis. Pada tahun 1937, Benito Mussolini pernah melakukan intervensi untuk memastikan bahwa film pasifis asal Prancis, La Grande Illusion, tidak memenangkan penghargaan.
Puncaknya terjadi pada tahun 1938, ketika Mussolini dan Adolf Hitler membatalkan keputusan dewan juri dan memberikan Coppa Mussolini (Piala Mussolini) untuk Film Terbaik kepada film perang Italia Luciano Serra, Pilot—yang diproduksi di bawah pengawasan putra Mussolini—serta Coppa Mussolini untuk Film Asing Terbaik kepada Olympia, sebuah film dokumenter Jerman tentang Olimpiade Musim Panas Berlin 1936 yang diproduksi bekerja sama dengan Kementerian Pencerahan Publik dan Propaganda Nazi, meskipun peraturan saat itu sebenarnya tidak mengizinkan film dokumenter untuk berkompetisi.

Merasa geram dengan keputusan tersebut, anggota dewan juri dari Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat mengundurkan diri dari festival dengan niat untuk tidak kembali lagi. Hal ini mendorong pihak Prancis untuk mendirikan festival mereka sendiri.
Cannes dipilih karena daya tarik wisatanya sebagai kota resor di French Riviera dan karena pemerintah kotanya menawarkan peningkatan kontribusi dana serta pembangunan tempat khusus untuk acara tersebut.

Bintang-bintang Hollywood seperti Gary Cooper, Cary Grant, Tyrone Power, Douglas Fairbanks Jr., Marlene Dietrich, Mae West, Norma Shearer, Paul Muni, James Cagney, Spencer Tracy, dan George Raft tiba dengan menumpang kapal laut yang disewa khusus oleh Metro-Goldwyn-Mayer (MGM). Pada tanggal 31 Agustus, acara gala pembukaan digelar dengan pemutaran khusus film Amerika The Hunchback of Notre Dame.
Pada tanggal 1 September, pasukan Jerman menginvasi Polandia. Festival ditunda selama 10 hari, dengan rencana untuk melanjutkannya kembali jika situasi memungkinkan. Namun, keadaan justru memburuk, pada tanggal 3 September, Prancis dan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman, yang memicu Perang Dunia II. Pemerintah Prancis memerintahkan mobilisasi umum, dan festival tersebut akhirnya dibatalkan.

Pada tahun 1946, festival ini diluncurkan kembali; antara tanggal 20 September hingga 5 Oktober, 21 negara menampilkan film-film mereka dalam Festival Film Internasional Cannes yang pertama, yang bertempat di bekas gedung Kasino Cannes. Pada tahun 1947, di tengah masalah efisiensi yang serius, festival ini diselenggarakan dengan nama “Festival du film de Cannes”, menampilkan film-film dari 16 negara.
Festival ini tidak diadakan pada tahun 1948 dan 1950 karena masalah anggaran. Pada tahun 1949, Palais des Festivals dibangun secara khusus untuk acara tersebut di kawasan pejalan kaki tepi laut La Croisette; namun, atap awalnya—yang saat itu belum rampung—terlepas akibat diterjang badai. Pada tahun 1951, penyelenggaraan festival dipindahkan ke musim semi guna menghindari persaingan langsung dengan Festival Venesia yang diadakan pada musim gugur.
Era 1950-an dan 1960-an
Pada awal tahun 1950-an, festival ini menarik banyak perhatian wisatawan dan pers, diwarnai oleh skandal dunia hiburan serta kisah asmara tokoh-tokoh ternama. Pada saat yang sama, aspek artistik festival mulai berkembang. Akibat kontroversi seputar pemilihan film, Penghargaan Kritikus (Critics’ Prize) dibentuk untuk mengapresiasi film-film orisinal dan para pembuat film yang berani. Pada tahun 1954, Penghargaan Khusus Juri (Special Jury Prize) dianugerahkan untuk pertama kalinya. Pada tahun 1955, penghargaan Palme d’Or diciptakan untuk menggantikan Grand Prix du Festival. Pada tahun 1957, Dolores del Río menjadi anggota juri perempuan pertama untuk seleksi resmi.

Pada tahun 1959, Marché du Film (Pasar Film) didirikan, yang memberikan nuansa komersial pada festival serta memfasilitasi pertukaran antara penjual dan pembeli di industri film. Pasar ini menjadi wadah internasional pertama bagi perdagangan film. Meski demikian, pada era 1950-an, beberapa film luar biasa—seperti Night and Fog (1956) dan Hiroshima, My Love (1959)—tidak disertakan dalam kompetisi karena alasan diplomatik.
Pada tahun 1962, International Critics’ Week (Pekan Kritikus Internasional) dibentuk oleh Serikat Kritikus Film Prancis sebagai bagian paralel pertama dari Festival Film Cannes. Tujuannya adalah menampilkan karya pertama dan kedua dari sutradara seluruh dunia, tanpa tunduk pada kecenderungan komersial. Pada tahun 1965, Olivia de Havilland ditunjuk sebagai ketua juri perempuan pertama. Pada tahun 1966, Sophia Loren menjabat sebagai ketua juri.
Festival tahun 1968 dihentikan pada tanggal 19 Mei. Beberapa sutradara, seperti Carlos Saura dan Miloš Forman, telah menarik film mereka dari kompetisi. Pada tanggal 18 Mei, pembuat film Louis Malle bersama sekelompok sutradara mengambil alih ruangan besar di Palais dan menghentikan pemutaran film sebagai bentuk solidaritas terhadap mahasiswa dan pekerja yang sedang melakukan pemogokan di seluruh Prancis, serta sebagai protes atas pemberhentian presiden Cinémathèque Française saat itu.
Era 1970-an dan 1980-an
Selama tahun 1970-an, perubahan penting terjadi pada festival ini. Pada tahun 1972, Robert Favre Le Bret ditunjuk sebagai presiden baru, dan Maurice Bessy sebagai Delegasi Umum. Ia memperkenalkan perubahan penting dalam pemilihan film peserta, membuka diri terhadap teknik-teknik baru, serta membebaskan proses seleksi dari tekanan diplomatik; film-film seperti MASH dan kemudian Chronicle of the Years of Fire menandai perubahan arah ini. Dalam beberapa kasus, perubahan ini membantu sutradara seperti Andrei Tarkovsky mengatasi masalah penyensoran di negara asal mereka.

Selain itu, hingga saat itu, masing-masing negara yang memilih film yang akan mewakili mereka di festival. Namun, pada tahun 1972, Bessy membentuk komite untuk menyeleksi film-film Prancis, dan komite terpisah untuk film-film asing.
Pada tahun 1978, Gilles Jacob menjabat sebagai Delegasi Umum dan memperkenalkan penghargaan Caméra d’Or untuk film pertama terbaik dari seluruh rangkaian acara utama, serta bagian Un Certain Regard untuk kategori non-kompetisi. Perubahan lainnya meliputi pemangkasan durasi festival menjadi tiga belas hari, yang berdampak pada berkurangnya jumlah film yang dipilih; selain itu, jika sebelumnya Dewan Juri terdiri dari akademisi film, Jacob mulai melibatkan selebritas dan profesional dari industri perfilman.
Tahun 1990-an hingga saat ini
Pada tahun 1998, Gilles Jacob membentuk bagian terakhir dari Seleksi Resmi (Official Selection): Cinéfondation, yang bertujuan mendukung penciptaan karya sinema di seluruh dunia dan membantu penulis skenario baru masuk ke dalam lingkaran insan perfilman ternama. Cinéfondation dilengkapi dengan program La Résidence pada tahun 2000—tempat para sutradara muda dapat menyempurnakan tulisan dan skenario mereka—serta L’Atelier pada tahun 2005, yang membantu pendanaan film bagi dua puluh sutradara setiap tahunnya. Gilles Jacob diangkat sebagai Presiden Kehormatan pada tahun 2000, dan pada tahun 2002, festival ini secara resmi mengadopsi nama Festival de Cannes.

Selama tahun 2000-an, festival ini mulai lebih berfokus pada kemajuan teknologi di dunia perfilman, khususnya teknik digital. Pada tahun 2004, film-film bersejarah yang telah direstorasi dan pernah diputar di festival ini ditampilkan dalam program Cannes Classics, yang juga mencakup film dokumenter. Pada tahun 2007, Thierry Frémaux menjabat sebagai Delegasi Umum. Pada tahun 2009, ia memperluas jangkauan festival ke Buenos Aires melalui acara La Semana de Cine del Festival de Cannes, dan pada tahun 2010, ia membentuk Cannes Court Métrage untuk kompetisi film pendek.
Pada 20 Maret 2020, penyelenggara mengumumkan penundaan penyelenggaraan tahun 2020 akibat pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung; meskipun demikian, daftar terbatas film tetap diumumkan sebagai Seleksi Resmi untuk tujuan komersial. Tak lama kemudian, penyelenggaraan tahun tersebut resmi dibatalkan karena penyelenggara menolak menerapkan strategi daring yang digunakan oleh festival-festival lain di luar negeri. Ini menjadi kali pertama festival tersebut tidak diselenggarakan sejak tahun 1968.

Pada tahun 2022, pihak festival menolak memberikan akreditasi pers kepada jurnalis Rusia yang berafiliasi dengan media yang tidak menentang perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung.[33] Pada malam pembukaan festival, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tampil melalui video untuk membahas perang tersebut serta peran sinema di dalamnya. Pemilihan film Tchaikovsky’s Wife karya Kirill Serebrennikov menuai kritik dari Presiden European Film Academy, Agnieszka Holland, meskipun pembuat film asal Rusia tersebut telah tinggal di pengasingan di Jerman setelah mengecam perang yang sedang berlangsung. Pada tahun yang sama, Iris Knobloch terpilih sebagai presiden perempuan pertama festival tersebut, menggantikan salah satu pendiri sekaligus mantan pimpinan operator TV berbayar Prancis, Canal+, yaitu Pierre Lescure, yang telah menjabat sejak 2014.
Edisi tahun 2025 mencatatkan rekor di mana 45% film disutradarai oleh perempuan. Sehari setelah pengumuman seleksi resmi ACID, jurnalis foto Palestina Fatima Hassouna—salah satu tokoh utama dalam film dokumenter Put Your Soul on Your Hand and Walk karya Sepideh Farsi—tewas bersama sepuluh anggota keluarganya akibat serangan udara Israel yang menghantam rumah mereka di Kota Gaza pada 16 April 2025. Pihak festival mengeluarkan pernyataan resmi yang menyampaikan belasungkawa serta mengecam perang dan kekerasan yang terus berlanjut di Gaza. Pada hari pembukaan festival, lebih dari 350 sutradara, aktor, dan produser menandatangani surat yang mengecam pembunuhan Hassouna serta mengutuk genosida yang sedang berlangsung di Gaza.